Review New Toyota Pixis Mega

New Toyota Pixis Mega, mobil baru Toyota bertubuh kotak dengan desain trendi dirancang untuk merambah pasar mobil 'mungil' bermesin 660cc yang teramat populer di kawasan Jepang.
Dibanding mobil di segmen kei-car lainnya, Toyota menyuguhkan kenyamanan yang lebih di Pixis Mega ini bagi penumpang dewasa dengan ukuran tubuhnya yang cenderung lebih tinggi, yakni total 1.835mm dengan dalam kabin tertinggi di kelasnya dengan ukuran 1.455mm.
Tak lupa easy entry access disajikan khusus demi memudahkan akses untuk penumpang anak-anak dan lansia berkat pintunya yang berukuran tinggi 1.700mm dengan dua unit one touch sliding door.
Nyamannya berkendara dengan generasi Pixis terbaru dari Toyota ini terjamin berkat penanaman suspensi serta struktur body anyar yang sengaja didesain untuk memaksimalkan handling.
Mengandalkan suspensi baru yang lebih 'stiff', stabilizer serta center of gravity yang rendah, mengendarai kei-car anyar Toyota ini bakalan lebih nyaman dan 'anteng'.
Urusan dapur pacunya diserahkan kepada dua tipe mesin, yakni mesin 3-silinder 660 cc bertenaga 52 hp, sesuai regulasi kei-car di Jepang, dan varian dengan turbocharger yang lebih powerful sanggup melepaskan tenaga hingga 64 hp.
Sumber otosia.com

Review Datsun Go

Sebagai salah satu mobil dengan kategori LCGC, line up Datsun Go juga menawarkan kelebihan yang serupa pada diri Datsun Go Hatchback. Seperti harga murah, dan di saat yang bersamaan ramah lingkungan.
 
Exterior
Mengambil basis yang sama dengan Datsun Go Panca 7 seater, Datsun Go hatchback mengonsep mobil yang satu ini menjadi sedikit dimampatkan. Selain itu mobil ini juga memiliki desain aerodinamika yang baik dengan adanya spoiler yang cantik.
Model gril bee-hives/honeycomb yang konsisten juga jadi ciri khas tersendiri line up Datsun Go bersaudara. Salah satu yang paling impresif pada Datsun Go versi hatchback ini adalah pada bagian belakang mobil yang seksi.
Bagi beberapa orang, lekuk tubuhnya sedikit ada kemiripan dengan bagian belakang mobil Toyota Yaris angkatan tahun 2006, meskipun tidak identik sama. Bedanya, lampu rem dari Datsun Go hatchback lebih melebar ke samping.
Salah satu yang menjadi perbedaan khusus eksterior milik Datsun Go Panca dan Datsun Go hatchback adalah bahwa pada versi hatchbacknya, mobil ini menggunakan body kit. Satu item yang tidak ada pada Datsun Go Panca Plus.
Salah satu versi termurah Datsun Go hatchback juga masih menggunakan velg kaleng. Sementara di versi yang lebih tinggi, telah menggunakan velg alloy. Tapi semua mobil Datsun Go telah dilengkapi dengan proteksi dari 'Solar Gard' di kaca mobilnya.

Interior
Dominasi warna coklat gelap menyelimuti hampir seluruh kabin. Hanya saja, pada beberapa bagian dashboard, berkesan two-tone dengan warna yang lebih gelap. Kemudi mobil ini juga tidak norak, karena desainnya yang simple elegan.

Pada jok yang berkapasitas sampai 5 orang ini dilengkapi pattern warna yang selaras dengan warna kabin. Yang patut diapresiasi adalah, ergonomi jok baik dari jok penumpang maupun pengemudi memberikan kesan yang nyaman bagi punggung.
Legroom dan headroom dari kedua bagian kabin sayangnya menjadi sedikit kendala. Di bagian kemudi, apabila tidak terlalu terbiasa dengan space default yang ada pada Datsun Go hatchback, maka akan mudah terasa lelah. Pun juga dengan headroom yang kurang ideal untuk penumpang dengan tinggi lebih dari 170 cm.


Dimensi
Mobil ini memiliki ukuran panjang yang otomatis lebih pendek daripada Datsun Go Panca 7-seater. Mobil ini memiliki dimensi p x l x t sepanjang 3.785 x 1.635 x 1.485 pada skala milimeter.
Jarak sumbu roda mobil ini mencapai 2.450 mm. Dan jarak terendah dengan tanah adalah 170 mm. Dengan ukuran inilah yang juga menjadi andalan Datsun Go versi hatchback dan membuatnya terlihat 'sporty' karena berukuran kecil dan memberikan kesan lincah.


Mesin

Mesin bensin yang jadi jantung pacu pada mobil ini memberikan jaminan predikat LCGC akan dibuktikan. Dengan displacement mesin sebesar 1,2 Liter 3-silinder, mobil ini memiliki kemampuan menghempaskan tenaga sampai dengan 68 hp. Mobil ini dilengkapi dengan transmisi manual 5-percepatan.
Torsi maksimal dari Datsun Go hatchback adalah sebesar 105 Nm. Dengan keberadaan mesin sedemikian, diklaim mobil Datsun Go hatchback mampu melaju maksimal sampai dengan 150 km/jam.

Fitur
Salah satu keunggulan Datsun Go hatchback dibanding dengan rival-rivalnya adalah mobil ini memiliki fitur yang tidak dipunyai oleh mobil sekelas dengan harga yang sama. Beberapa yang disematkan oleh datsun pada hatchback andalannya ini adalah keberadaan power steering yang telah dipersenjatakan pada semua mobil Datsun Go.
Di beberapa model termurah Datsun Go memang tidak disertakan Air Conditioning, tapi selain model standart pada Datsun Go hatchback semuanya telah diperlengkapi dengan AC.
Sayangnya pada setiap mobil ini, hanya di bagian kemudi saja yang diperlengkap dengan power-operated windows. Yang artinya, jendela penumpang harus dibuka-tutup dengan 'mengengkol'. Penggunaan tachometer digital sendiri tidak lupa dimasukkan pada line up Datsun Go hatchback.

Harga
Sebagai mobil yang berstatus LCGC, Datsun Go memberikan harga yang tentu saja menggoda secara finansial, apalagi bagi masyarakat kelas menengah yang menginginkan mobil hemat murah yang bisa diandalkan.
6 Sisi Menggiurkan Datsun Go Hatchback
Datsun Go hatchback memiliki beberapa opsi. Datsun Go T Standart, Datsun Go T Option dan Datsun Go T Active. Daftar harga untuk on the road regional Jawa Timur adalah berikut

  • Datsun Go T Standart Rp 101,3 juta
  • Datsun Go T Option Rp 101,8 juta
  • Datsun Go T Active Rp 106,5 juta

Sumber dari http://www.otosia.com/review/6-sisi-menggiurkan-datsun-go-hatchback.html

Perbandingan Avanza, Xenia, Ertiga, Mobilio dan Spin

Setiap mobil punya keunggulan tersendiri. Apa saja?
Pilihan mobil keluarga jenis low MPV (Multi Purpose Vehicle) kini semakin beragam. Ada beberapa pilihan yang tersedia di pasar otomotif Indonesia, seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, Chevrolet Spin dan terbaru Honda Mobilio.

Kelimanya punya keunggulan tersendiri mulai dari fitur, harga, pilihan mesin, serta layanan purna jual. Berikut ini ulasan komparasi dari kelima mobil tersebut.

Mobilio

Di mulai dari pendatang baru Mobilio. Mobil yang diproduksi di Karawang, Jawa Barat dilengkapi mesin Honda i-VTEC SOHC 1.5L, 16 valve, 4 silinder yang mampu menghasilkan tenaga maksimum sebesar 118 PS pada 6.600 dengan torsi 14,8 kg.m pada 4.600.

Mobilio mempunyai dua pilihan transmisi; manual 5 percepatan, dan CVT (Continuous Variable Transmission) berteknologi Earth Dream Technology, diklaim perpindahan transmisi lebih halus dan performa mesin maksimal serta membuat konsumsi bahan bakar efisien.
Mobilio memiliki dimensi panjang 4.386 mm, ground clearance 189 mm, wheelbase 2.650 mm. Kemudian AC Double Blower dan fitur keamanan
Dual SRS Airbag untuk pengemudi dan penumpang depan, rangka bodi G-CON + ACE TM, sistem pengereman ABS (Anti-lock Bracking System) serta EBD (Electronic Brake-force Distribution).

Ada juga Pretensioner with Load Limiter Seatbelt, Security Alarm* & Immobilizer, Honda Motor-Real World Crash Test, serta ISOFIX & Tether
Mobilio dibanderol Rp159,5 juta untuk tipe S MT, Rp170 juta tipe E MT, Rp189,5 juta tipe E CVT, dan Rp198 juta tipe E CVT Prestige.

Dari segi interior, Mobilio cukup unggulan karena dibuat lebih ciamik--kombinasi Brio dan Jazz. Namun, perlu diingat biaya perawatan mobil Honda terbilang mahal dibanding merek Jepang lainnya, termasuk harga suku cadang.

Avanza-Xenia

Beralih ke pemain paling "senior", Toyota Avanza dari PT Toyota Astra Motor. Mobil yang telah menginjak usia 10 tahun di pasar nasional sudah terjual hampir 1,1 juta unit dan telah diekspor ke 27 negara sejak 2004.

Mobil ini memiliki beberapa pilihan varian yakni 1.3 E M/T, 1.3 E A/T, 1.3 G M/T, 1.3 G A/T, 1.5 G M/T, Veloz 1.5 A/T dan M/T. Mobil ini dibanderol mulai Rp163,1-203,7 juta OTR Jakarta.
Avanza 1.3 menggunakan mesin K3-VE, 4 silinder, 16 V DOHC VVT-i bertenaga 92 ps pada 6.000 rpm dan torsi puncak 11,9 kgm pada 4.400 rpm. Untuk tipe 1.5 juga menggunakan mesin serupa, hanya saja kapasitasnya 1.495cc (104 ps/13,9 kgm).

Seluruh varian mobil ini dilengkapi Dual SRS Airbag dan Seatbelt with Pretensioner and Force Limiter. Pada varian tertinggi mobil ini dilengkapi kontrol spion elektronik, seatbelt pada baris kedua dan baris ketiga.

Kemudian sang adik, Xenia memiliki fitur, desain, dan mesin yang serupa dengan Avanza. Hanya saja, Xenia hanya memiliki pilihan mesin 1.000cc dan 1.3000cc. Xenia dibanderol mulai Rp144,1-198,8 juta OTR Jakarta.

Keunggulan si kembar yang dibuat oleh Astra Daihatsu Motor adalah memiliki biaya perawatan terjangkau, layanan purna jual (bengkel) cukup lengkap di daerah-daerah Tanah Air, kemudian harga jual kembali lumayan bagus.

Ertiga

Jagoan dari PT. Suzuki Indomobil Sales diluncurkan pada 2012 lalu dan kini sudah menjual sekitar 100 ribu unit. Ertiga dibangun berdasarkan basis dari hatchback Swift.
Ertiga tersedia dengan tujuh jenis varian; GA M/T, GL Double Blower M/T, GL Double Blower A/T, GX Double Blower M/T, GX Double Blower A/T, GX Elegant M/T dan A/T. Harganya mulai dari Rp151,3 sampai Rp207,7 juta OTR Jakarta.

Ertiga menggunakan mesin 1.4L K14B, 4 in-line 16 katup bertenaga 95 ps di 6.000 rpm dan torsi maksimal 139 Nm pada 4.000 rpm.

Mobil ini dilengkapi dengan Side Impact Beam, Immobilizer Key serta SRS Airbag dan ABS+EBD untuk varian GX dan GX Elegant. Untuk versi terendah sudah dilengkapi Power Steering, AC Single Blower, Tilt Steering, Immobilizer, Hight Stop Lamp, dan Steel Wheel R14.

Spin

Terakhir Low MPV buatan Pondok Ungu, Bekasi milik General Motors Indonesia. Spin memiliki tiga pilihan mesin; bensin 1.200cc dan 1.500cc serta diesel 1.300cc.

Mesin bensin menggunakan empat silinder sedangkan mesin diesel dengan teknologi Common Rail Direct Injection Turbo. Mesin diesel Common Rail Direct Injection 1.300cc dapat menghasilkan tenaga 75 ps dan torsi 190 Nm.

Chevrolet mengklaim Spin sebagai satu-satunya kendaraan di kelasnya yang dilengkapi transmisi otomatis 6-speed serta mesin diesel turbo.

Spin punya tujuh varian 1.2 LS M/T, 1.2 LT M/T, 1.5 LT M/T, 1.5 LTZ M/T, 1.5 LTZ A/T, 1.3 LT M/T, 1.3 LTZ M/T. Harganya mulai dari Rp144,8-195,8 juta OTR Jakarta.

Fitur keamanannya antara lain airbag, ABS serta immobilizer. Spin memiliki keunggulan adanya pilihan tipe mesin diesel yang tidak dimiliki pesaingnya.

Namun, Spin punya kelemahan dalam hal masih minim jaringan purna jual (bengkel) di daerah pelosok dan harga jual kembali yang tidak terlalu bagus. (adi)

Sumber dari : http://www.astra-toyota.com/2014/02/komparasi-avanza-mobilio-ertiga-spin.html

Isuzu MU-X Pengganti Panther

Kabar gembira datang kembali dari salah satu manufaktur Indonesia yang terkenal dengan slogan 'Rajanya Diesel'. Tidak puas dengan mengandalkan para punggawa Isuzu Panther di Bumi Nusantara, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) kini berniat untuk mengaspalkan MU-X.
Pertengahan bulan Agustus ini akan menjadi peluang besar bagi sang jawara tersebut untuk menapakkan kaki di Indonesia. Hal tersebut tentu saja kian memperpanas atmosfer persaingan di sektor SUV yang juga ditempati oleh Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport dan Chevrolet Captiva yang sudah cukup berjaya sebelumnya.
Melirik dari sosok dapur pacu, MU-X yang sebelumnya telah dirilis di negara Thailand, tersedia dalam dua pilihan mesin berkapasitas 2.5 liter dan 3.0 liter. Akan tetapi untuk versi Indonesia, dimungkinkan hanya disiapkan untuk model 2.5 liter saja.
Belum ada kepastian mengenai spesifikasi resmi yang dimiliki oleh SUV baru tersebut. Dari segi banderolan harga, ekspektasi yang beredar menunjukkan bahwa ia akan dipatok tak jauh beda dari Mitsubishi Pajero Sport dan juga Toyota Fortuner.

Sumber:  Otosia.com

Waspadai Daya Pakai Oli Kendaraan

Kita sering kali mengganti oli hanya dengan melihat seberapa jauh daya tempuh yang tertera dalam kemasan, seperti dituliskan oleh pihak pabrik.

Jika daya tempuh satu produk oli, misalnya untuk sepeda motor, tertulis 3.000 km, maka kita akan menggantinya ketika jarak tempuh sudah 2.500 km, atau bahkan sampai angka 3.000 km.

Ada perhitungan tersendiri yang bisa dijadikan semacam patokan. Ini untuk mengantisipasi "kerugian" daya tempuh oli, apalagi jika kita tinggal di daerah dengan arus lalu lintas padat dan macet.

"Realitasnya rata-rata kecepatan sepeda motor itu adalah 30 km/jam. Kalau terjebak macet secara total dua jam, maka ada ekstra tambahan 60 km setiap hari. Bekerja 20 hari-25 hari dalam sebulan, berarti sudah ketambahan 60 km x 25 hari atau 1.500 km," urai Tri Yuswidjajanto dari Laboratorium Motor Bakar dan Sistem Propulsi Institut Teknologi Bandung (ITB).

Jadi, ketika pengguna memakai oli dengan standar pabrik 4.000 km, sebenarnya oli sudah dipakai, perhitungannya 4.000 km + 1.500 km = 5.500 km.

Sumber: Otosia.com

Toyota Aygo 2014

Setelah beberapa kali foto teaser dan video dirilis untuk memperkenalkan sebuah varian teranyar Toyota ini, akhirnya sang punggawa pun resmi dilepas pada pada perhelatan auto show yang digelar mulai Selasa (04/03). Berbekal DNA Citroen C1 dan Peugeot 108, New Toyota Aygo memnaskan pecinta otomotif Geneva Motor Show 2014.
 Toyota Aygo 2014 

City car yang secara proporsi dan juga nama mirip dengan Toyota Agya ini, ternyata jauh nampak lebih nampak luxury dan juga elegan. Perawakannya yang kecil tidak menyurutkan desain Aygo tampil lebih stylish dengan kelengkapan fitur-fitur lengkap berbalut aura supermewah.


Toyota Aygo 2014

Sebut saja airbag, VSC (Vehicle Stability Control), penunjuk tekanan udara ban, speed limiter dan juga hill-start assist control lengkap dengan rem darurat, menjadi kontrol keamanan yang memberikan kenyamanan saat penumpang menunggangi mobil ini.
 Toyota Aygo 2014

Dari laporan indianautosblog, di sudut penggerak, sang punggawa baru Toyota ini mengadopsi kekuatan silinder 998cc 4 silinder DOHC dengan konsumsi bensin sebagai bahan bakarnya. Ketika mobil digeber dijalanan, performa dapur pacu tersebut ternyata sanggup meledakkan tenaga kuda hingga 69 hp dengan torsi 95 Nm pada 4.300 rpm.

Sumber Otosia.com

Honda Civic Type R

Akhirnya Honda resmi memunculkan wajah asli dari Honda Civic Type R Concept di pagelaran Geneva Motor Show 2014 yang berlangsung sejak kemarin.Nampak sangar dan amat mirip dengan gambar teaser yang diluncurkan Honda beberapa waktu lalu, Civic Type R hadir dengan balutan warna merah yang membuatnya tampil makin macho.

Desain generasi terbaru Honda Civic ini terlihat keren dengan styling ekstrim yang berhiaskan grille berukuran besar, hood vents (kap mesin berventilasi), giant rear spoiler dan lekuk fender yang lebih 'gede' menyertai kaki-kaki yang dipasangi velg alloy baru berukuran 20inch.


Dikutip dari autoblog, Rabu (05/03), Honda Civic Type R ini mengusung mesin turbo-4 direct injection berkapasitas 2.0 liter. Berkat jantung pacu terbaru buatan Honda tersebut, tunggangan keren ini memiliki tenaga maksimal hingga 280hp.

Masih penasaran dengan Honda Civic Type R ini? Saksikan juga video dan galeri foto mobil hatchback paling Hot tersebut di bawah ini.


Sumber Otosia.com

Kebakaran Mobil; Penyebab dan Apa Yang Harus Dlikakukan


Penyebab Kebakaran Mobil

Yang menyebabkan kebakaran mobil karena ada beberapa unsur pembentuk dari api, yaitu oksigen, panas, dan bahan bakar. Lebih dalam, jika ketiga unsur pembentuk api bergabung, terlebih lagi pada sebuah kendaraan yang di dalamnya terdapat berbagai jenis sumber api dan berbagai bahan yang mudah terbakar.

Selain itu ada beberapa unsur-unsur penyebab kebakaran di kendaraan diantaranya adalah:
1. Unsur Internal
  • Hubungan arus pendek: sebuah hubungan listrik dengan tahanan listrik yang sangat kecil sehingga arus listrik yang sangat besar akan mengalir.
  • Penggunaan kabel yang tidak sesuai: panas salah satu efek yang dibangkitkan oleh aliran listrik, saat sejumlah arus melewati sebuah konduktor maka sejumlah panas akan dihasilkan. Hal ini dapat mengakibatkan kabel meleleh, serta kelebihan arus dan beban.
2. Unsur Eksternal
  • Rokok, puntung rokok yang menyala atau pemantik
  • Kecelakaan Kendaraan.
  • Plastik menempel pada Exhaust Manifold
  • Parkir diatas rumput yang kering kondisi cuaca terik.

Hal Yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Kebakaran Mobil
  1. Jangan panik ketika melihat asap muncul dari kendaraan
  2. Pastikan diri kita aman terlebih dahulu sebelum menolong orang lain
  3. Selamatkan anak kecil
  4. Menjauh dari mobil Anda
  5. Hubungi pemadam kebakaran terdekat
  6. Hati-hati dalam memadamkan api
  7. Gunakan alat pemadam kebakaran jika api relatif kecil.
Sumber: Otosia.com

Resiko terbesar yang dapat dialami mobil saat banjir

Meski hujan yang turun saat ini masih dalam intensitas sedang, namun dampaknya sudah sangat terasa: banjir di mana-mana.

Bagi pemilik kendaraan, situasi semacam ini adalah masalah serius. Sebab, bukan tidak mungkin kendaran akan terjebak dalam banjir yang pada akhirnya membuat tunggangan mogok di tengah jalan. Dengan begitu, aktivitas keseharian akan sangat terganggu.

Resiko terbesar yang dapat dialami mobil saat banjir adalah terjadinya water hammer. Yakni, keadaan di mana mesin mobil mati secara mendadak akibat masuknya air ke dalam ruang bakar melalui air intake. Bagi yang tak berpengalaman, kondisi seperti ini kerap membuat panik.

Kepala Mekanik Bengkel Mobil Metro Service, Hidayat Gareng mengingatkan, air tidak seperti bahan bakar yang mudah dikompresi. Kalau masuk ke ruang bakar, air justru menjadi padat dan piston akan kalah."Akibatnya, piston bisa bengkok atau patah. Bahkan, pada beberapa kasus, blok mesin bisa jebol," ujarnya saat diwawancarai Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia. Sekadar informasi, piston berfungsi memindahkan tenaga yg diperoleh dari pembakaran ke poros engkol melalui batangnya.

Lebih lanjut Hidayat menjelaskan, risiko lain yang menghantui kendaraan saat banjir adalah bercampurnya oli dengan air. Jika hal ini terjadi, bisa mengakibatkan berkurangnya daya lumas oli, sehingga komponen menjadi cepat aus.

"Karena itu, sehabis terkena banjir, cek melalui stik indikator oli. Kalau sudah bercampur sebaiknya oli segera diganti," saran dia.

Hidayat menuturkan, komponen lain yang berisiko mengalami kerusakan saat banjir terjadi adalah altenator. Komponen ini memiliki fungsi mengubah putaran mesin menjadi arus listrik. Jika altenator sampai terendam air, maka pengisian kelistrikan akan berkurang bahkan bisa mengakibatkan mobil mogok.

Untuk itu, dia menegaskan, jika terjebak banjir, pilihan paling baik adalah segera matikan kendaraan dan pindahkan ke tempat lebih aman. Jika sempat, copot aki serta komponen lain yang mengandung kelistrikan guna mencegah terjadi hubungan arus pendek yang dapat merusak komponen elektronik.

"Apalagi untuk mobil generasi sekarang yang sudah menggunakan sistem elektrikal. Bila satu komponen kelistrikan mengalami masalah, akibatnya bisa menjalar ke komponen lain," tandasnya.

Sumber
Risiko terbesar yang dapat dialami mobil saat banjir

Cara Mengatasi Kendaraan Mogok Akibat Banjir

Jika kendaraan Anda mogok karena berusaha menerobos daerah yang sedang banjir atau pernah terendam banjir dan tidak sempat dipindahkan, mungkin saran dari pebalap dan pemerhati otomotif Rifat Sungkar patut diikuti.
Rifat Sungkar memberikan beberapa saran yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendaraan mogok akibat banjir, ataupun supaya tidak menambah kerusakan pada kendaraan Anda.

Hal-hal yang harus diperhatikan menurut Rifat adalah:
  1. Periksalah filter udara kendaraan Anda. Sebenarnya filter udara ini berfungsi sebagai penyaring dan pembuang debu dari udara yang akan masuk ke mesin. Apabila filter udara ini berada dalam keadaan kering, maka ia dapat berfungsi dengan baik. Tetapi dalam keadaan basah, Rifat menganalogikannya seperti seorang manusia yang bernafas, tetapi hidungnya ditutup oleh perban yang basah, jadi, akan sangat menyulitkan.
    Hal yang sama juga terjadi pada kendaraan Anda. Oleh karena itu kalau filter udara Anda basah, maka kendaraan Anda akan mogok, kalaupun dapat menyala maka kinerja mesin tidak akan maksimal.

  2. Periksalah kabel busi kendaraan Anda. Saat ini, memang sudah banyak kendaraan yang kabel businya waterproof. Tetapi tetap tidak menutup kemungkinan air akan tetap masuk di sela-sela kabel tersebut.
    Jika kabel busi dalam keadaan basah, pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah meniupnya hingga kering. Biasanya setelah kering dan dipasangkan kembali ke busi, kendaraan Anda akan dapat kembali menyala.

  3. Apabila banjir yang Anda lewati cukup tinggi, maka ada kemungkinan ECU (Electronic Control Unit) kendaraan Anda terendam air. Dalam keadaan seperti ini, sebaiknya Anda tidak mencoba untuk menghidupkan kembali kendaraan Anda, karena besar kemungkinan akan menyebabkan korsleting di sistem kelistrikan.

Mobil sekarang, biasanya sistem kelistrikannya sudah terintegrated, sehingga akibat satu kerusakan, bisa menyebabkan kerusakan komponen yang lain. Dalam kasus seperti ini, sebaiknya kendaraan Anda diusahakan untuk langsung dibawa ke bengkel untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
“Pada saat Anda mogok, biasanya kita akan merasa panik ataupun bahkan kesal atau marah.
Tetapi, sebaiknya Anda harus tetap tenang, sehingga bisa melihat permasalahan kendaraan Anda dan sekaligus mengambil keputusan yang tepat, sehingga tidak semakin merugikan diri Anda,” imbuh Rifat.
Satu hal lain yang diingatkan Rifat, apabila Anda harus bepergian pada saat hujan adalah Anda harus memastikan bahan bakar kendaraan Anda cukup.

“Biasanya kalau sudah hujan, ada genangan air dan banjir, maka jalanan akan macet. Kalau bensin kita sedikit, maka kita juga akan was-was takut bensin habis pada saat terjebak kemacetan. Maka sebaiknya, kalau Anda bepergian pada saat hujan, sebaiknya bensin Anda harus ada lebih dari setengah.
Anda pasti tidak berniat untuk mendorong kendaraan di saat banjir karena kehabisan bensin kan?” tukas Rifat.
Sumber Yahoo
Cara Mengatasi Kendaraan Mogok Akibat Banjir

Honda Mobilio vs Suzuki Ertiga

Bagi Anda yang tertark dengan keluaran baru Honda yaitu Honda Mobilio, mungkin anda ingin tahu juga perbandingannya dengan mobil sekelas.

Anda bisa melihat Perbandingan Honda Mobilio dengan Toyota Avanza. Dan kali ini simak juga jika Honda Mobilio dibandingkan dengan Suzuki Ertiga.

Berikut perbandingan Honda Mobilio vs Suzuki Ertiga:



Eksterior
Desain eksterior Honda Mobilio dan Suzuki Ertiga boleh dibilang sama-sama manis dan cantik. Namun kedua mobil ini memiliki garis desain yang bertolak belakang satu sama lain. Honda Mobilio cenderung memilih untuk mengadopsi desain sporty dan modern sedangkan Suzuki Ertiga sebaliknya cenderung ke arah desain yang simple namun elegant mulai dari bentuk depan hingga belakang. Menurut kami kedua mobil ini sebenarnya lucu, jika Honda Mobilio terlihat kurang proporsional dari model samping, Suzuki Ertiga justru terlihat kurang proporsional dari belakang.
Yang menarik untuk dibahas, sebenarnya Suzuki Ertiga memiliki segmentasi yang lebih tinggi dibandingkan Honda Mobilio, karena Suzuki Ertiga merupakan Suzuki Swift yang dipanjangkan, ditinggikan dan ditambah kursi penumpang di bagian belakang. Sedangkan Honda Mobilio merupakan Honda Brio Satya LCGC yang dipanjangkan, ditinggikan dan ditambah kursi di baris ketiga, sama seperti Swift ke Ertiga. Untungnya Honda memberikan mesin yang sama dengan yang digunakan oleh Honda Freed untuk membuat mobil ini menjadi naik kelas.

Interior
Membandingkan antara interior Suzuki Ertiga dan Honda Mobilio jelas lebih mewah Suzuki Ertiga mulai dari desain dan material dashboard, door trim hingga pemilihan bahan kursi yang digunakan. Suzuki Ertiga memiliki interior yang lebih mewah bahkan dibandingkan dengan Nissan Grand Livina sekalipun yang berada setingkat di atasnya. Apalagi Suzuki Ertiga memiliki head unit integrated yang tampil mewah dan dilengkapi dengan kualitas audio yang baik.


Masuk ke dalam interior Mobilio maka kita tidak ubahnya memasuki kabin Honda Brio Satya LCGC yang terlihat kurang menarik. Mulai dari tombol AC, head unit OEM dan desain yang sangat-sangat sederhana tidak mencerminkan kesan mobil mewah. Untungnya door trim yang berbeda dengan Suzuki Ertiga membuat tampilan interior Mobilio sedikit terangkat. Pada Honda Mobilio warna speedometer dan aksen di sekitar AC juga ikut berubah dengan finishing glossy agar tampil lebih mewah. Tapi tetap tidak bisa terlihat lebih mewah dari Ertiga.
Soal Akomodasi, Honda Mobilio selangkah lebih maju dibandingkan dengan Suzuki Ertiga, terutama pada bagian belakang. Suzuki Ertiga memiliki kursi belakang yang tidak begitu luas dan bagasi yang sempit jika dibandingkan dengan Honda Mobilio, hanya saja jok baris ketiga Ertiga bisa dilipat rata lantai. Sedangkan Honda Mobilio tidak. Ruang penumpang Honda Mobilio tentunya jauh lebih luas dibandingkan Ertiga, hanya saja metode lipat kursi belakang Honda Mobilio masih konvensional seperti Toyota Avanza.

Performa Mesin
Suzuki Ertiga memiliki mesin 1.400 cc bertenaga 94 Hp, dan Honda Mobilio memiliki mesin 1.500 cc bertenaga 118 Hp, diatas kertas sudah jelas jauh lebih bertenaga Honda Mobilio. Kedua mobil ini sama-sama memiliki penggerak roda depan yang lebih hemat bahan bakar dan memilik akselerasi yang lebih baik di jalanan perkotaan. Untuk Honda Mobilio kami belum tahu pasti karena belum melakukan pengetesan secara komprehensif. Namun untuk Suzuki Ertiga sudah dapat dipastikan mesin mobil ini memiliki konsumsi bahan bakar yang irit dan tenaga yang cukup lumayan pada putaran atas meskipun putaran bawahnya sedikit loyo. Namun jika melihat Honda Jazz yang memiliki mesin sama dengan Honda Mobilio, bisa dipastikan mobil ini akan memiliki konsumsi bahan bakar yang tidak jauh berbeda dengan Suzuki Ertiga.

Ride and Handling
Ride and Handling Suzuki Ertiga dan Honda Mobilio ini sama seperti desain eksteriornya. Keduanya sama-sama memiliki karakter yang bertolak belakang satu sama lain. Honda Mobilio memiliki suspensi yang lebih kaku namun masih masuk ke dalam kategori nyaman, apalagi jika dibandingkan dengan Toyota Avanza. Sedangkan Suzuki Ertiga memiliki suspensi yang  di setting sangat nyaman dengan bantingan yang sangat empuk, sehingga sangat nyaman untuk digunakan sebagai mobil keluarga.
Nah jika kita bicara soal handling, tentunya Honda Mobilio lebih unggul dibandingkan Suzuki Ertiga. Mobil ini memiliki setir yang mantap dan body roll yang minim untuk mobil sekelasnya. Sedangkan Ertiga masih memiliki body roll dan handling yang sedikit limbung, dampak dari suspensi yang empuk, namun handling Ertiga masih jauh lebih nikmat dibandingkan Avanza karena menggunakan sasis monokok.


Fitur

Bicara soal fitur, Suzuki Ertiga lebih lengkap dibandingkan dengan Honda Mobilio, terutama untuk tipe GX, mobil ini sudah dilengkapi dengan key immobilizer, seat belt with height adjuster, seat adjuster dan head rest yang bisa diatur ketinggiannya. Pada Honda Mobilio fitur-fitur sepele namun sangat berpengaruh ini dihilangkan karena kesamaan basis dengan Honda Brio. Untungnya kedua mobil ini pada tipe tertingginya sudah dilengkapi dengan Dual Airbag dan rem dengan ABS. Sedangkan dari segi entertainment, Suzuki Ertiga GX memiliki head unit indash yang tampak jauh lebih manis dibandingkan Honda Mobilio.

Kesimpulan
Honda Mobilio dirancang untuk anda yang menginginkan family car yang tidak ingin melupakan sensasi berkendara yang menyenangkan seperti mobil-mobil Honda lainnya. Sedangkan Suzuki Ertiga dirancang untuk anda yang menginginkan mobil keluarga dengan  kenyamanan maksimal, kemewahan maksimal meskipun dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau. Karena dua karakter yang saling berseberangan antara Ertiga dan Mobilio, kembali kepada selera masing-masing, bagi yang lebih mengutamakan kemewahan dan kenyamanan tentunya Ertiga adalah pilihan yang tepat, sedangkan bagi yang mengutamakan performa, handling dan ruang kabin yang lega, Mobilio adalah pilihan yang tepat.

Sumber dan gambar http://autonetmagz.com

Review Honda Mobilio

Honda Mobilio sendiri secara khusus dikembangkan untu Indonesia, dimana dari awal dirancang sesuai dengan kebutuhan konsumen disesuaikan dengan kondisi jalan di Tanah Air. Dengan harga yang terjangkau, namun tetap mempertahankan standar kualitas tinggi mobil-mobil Honda.

Honda Mobilio sebagai jagoan baru PT Honda Prospect Motor (HPM) dalam segmen low-MPV di Indonesia diklaim memiliki keunggulan dan kelebihan yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia akan sebuah mobil keluarga 7-penumpang yang aman dan nyaman.
Dengan mengusung slogan “Banyak Kelebihan, Banyak Keunggulan” mobil MPV terbaru dari Honda ini menawarkan banyak keunggulan dibanding kompetitor di kelasnya. “Honda Mobilio akan menjadi produk istimewa bagi Honda di Indonesia karena secara khusus dirancang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan karakter jalan di Indonesia dengan harga yang terjangkau,” ujar Presiden Director HPM, Tomoki Uchida, di pabrik kedua Honda di Karawang, Jawa Barat.


Honda Mobilio 2014 dasarnya dibangun dari basis Honda Brio Hatchback, tidak heran bila desainnya mirip dengan Brio. Namun karena dibuat sebagai mobil MPV 7-penumpang, dimensi Mobilio dibuat lebih besar dan panjang serta desain khas Honda yang disesuaikan. Dengan tinggi ground clearence 189 mm yang memberikan rasa percaya diri saat melewati berbagai kondisi jalan di Indonesia dan tetap stabil, karena suspensi Honda Mobilio menggunakan suspensi depan MacPherson Strut dan suspensi belakang H-shape Torsion Beam sehingga tetap stabil dan nyaman saat berkendara.

Masuk dalam interior, kabin Honda Mobilio terasa luas dan lapang dengan headroom atau ruang kepala yang tinggi dan pas untuk orang Indonesia memberi kenyamanan ekstra bagi penumpang di semua baris. Begitu pula dengan ruang kaki atau legroom juga cukup lapang sehingga seluruh penumpang dapat menikmati perjalanan dengan nyaman dan rileks.

Kursi penumpang baris kedua pada Honda Mobilio dapat digeser ke araj depan maupun belakang, untuk memberikan kelegaan lebih pada penumpang baris kedua atau ketiga. Seluruh sandaran kursi juga dapat direbahkan serta diatur kemiringannya sesuai keinginan.

Honda Mobilio juga memiliki ruang bagasi fleksibel dan luas tanpa harus melipat kursi baris ketiga. Bagasi secara default dapat membawa barang bawaan hingga tiga koper atau empat galon air minum serta dapat membawa barang bawaan lebih banyak lagi berkat ruang bagasi yang fleksibel.
Honda Mobilio diklaim unggul dalam hal performa dan keiritan bahan bakar, Secara spesifikasi mobil ini dilengkapi dengan mesin Honda i-VTEC SOHC 1.5L, 16 valve, 4 silinder yang mampu menghasilkan tenaga maksimum sebesar 118 PS pada putaran mesin 6.600. Dengan torsi tertinggi di kelasnya sebesar 14,8 kg yang responsif pada putaran mesin 4.600.

Mesin tersebut dipasangkan dengan girboks pilihan transmisi manual 5-speed dan CVT. Walaupun hadir sebagai mobil low-MPV, Mobilio juga dilengkapi fitur-fitur terkini dari Honda. Terdapat fitur ECO indicator yang berfungsi untuk indikator atau informasi cara mengemudi hemat bahan bakar.

Tedapat pula teknologi Drive by Wire, yaitu sebuah sistem elektronik yang mengontrol buka tutup Throttle Valve untuk pengaturan akslerasi lebih presisi dan maksimal namun irit dalam penggunaan bahan bakar. Pengendalian Mobilio juga lincah dalam bermanuver, dengan radius putar 5,2m dan Grade Logic Control + Shift. Mobil MPV berpenggerak roda depan ini (Front Wheel-Drive) juga di lengkapi Electric Power Steering yang berfungsi meringankan setir pada kecepatan rendah dan mantap pada kecepatan tinggi untuk bermanuver semakin lincah.



Keiiritan konsumsi bahan bakar Honda Mobilio juga didukung oleh teknologi Hold Control yang mengatur transmisi CVT agar lebih optimal saat melewati tanjakan maupun tikungan sehingga konsumsi bahan bakar lebih efisien, dan Ecological Solution yang membuat emisi gas buang Mobilio lebih rendah. Sebagai mobil penumpang, Honda Mobilio sudah dilengkapi dengan fitur keselamatan berkendara dual SRS airbag pada bagian depan.

Untuk harganya, Honda Mobilio di Indonesia dijual dengan harga Rp159.5 juta untuk tipe S MT, Rp170 juta untuk tipe E MT, Rp189.5 juta untuk tipe E CVT, dan Rp198 juta buat E CVT Prestige.

Daftar Harga Honda Mobilio

Honda Mobilio S MT : Rp 159,5 juta
Honda Mobilio E MT : Rp 179 juta
Honda Mobilio E CVT : Rp 189,5 juta
Honda Mobilio Prestige : Rp 198 juta

Sumber : http://www.iotomotif.com/sekilas-honda-mobilio-2014/19291#ixzz2rZuKiad0

Review Honda Mobilio

Honda Mobilio vs Toyota Avanza

Honda Mobilio layak disebut sebagai Avanza killer karena penjualannya (dilihat dari jumlah pemesan) sudah mampu membuat Toyota Avanza harus berbenah lebih banyak dibandingkan pada saat pertama kali menghadapi Suzuki Ertiga.

Namun kita tidak bisa membandingkan suatu produk dari jumlah penjualan saja, karena banyak faktor-faktor lain yang menentukan suatu produk lebih baik atau tidak selain dari jumlah penjualan. Yuk kita intip komparasi visual antara Honda Mobilio vs Toyota Avanza

Desain Eksterior
Toyota Avanza sudah mengalami ubahan major change pada tahun 2011 silam, model yang baru mulai dari eksterior dan interior membuatnya tampak lebih mewah dibandingkan versi sebelumnya. Namun di tahun 2014 ini Toyota Avanza sudah mulai terlihat membosankan karena sangat banyak sekali beredar di jalanan. Khusus untuk Toyota Avanza Veloz, modelnya jauh lebih menarik dibandingkan dengan Toyota Avanza tipe standar karena penggunaan bumper depan yang lebih sporty dan modern.
Sedangkan Honda Mobilio, mobil ini merupakan produk baru yang tentunya masih sangat segar meskipun mengambil basis dari Honda Brio yang dipanjangkan dan ditinggikan. Dari depan sangat kental sekali aura model Honda Brio dari bentuk lampu depannya, untung saja grille dan bumper depannya dibuat berbeda. Hal ini yang menjadikannya lebih mewah dan juga terlihat sporty. Pada model belakang, Honda Mobilio pun tampil lebih modern dan elegan dibandingkan dengan Avanza yang sangat sederhana.
Dari desain eksterior, kami menyimpulkan Honda Mobilio lebih unggul dibandingkan dengan Toyota Avanza, karena Toyota Avanza sudah tampak membosankan dan segera membutuhkan facelift secepat mungkin, meskipun begitu Honda Mobilio masih terlihat sedikit kurang proporsional pada bagian samping yang membuatnya agak aneh.

Interior
Masuk ke dalam interior, antara Honda Mobilio dan Toyota Avanza sama-sama memiliki interior yang kurang berkualitas dan di desain kurang cantik. Baik Avanza dan Mobilio sama-sama memiliki material plastik yang keras, tidak mewah dan terlihat murahan, bahkan Mobilio menggunakan dashboard yang sama dengan Honda Brio Satya yang merupakan mobil LCGC (Low Cost Green Car), perbedaannya pada Mobilio diberikan speedometer dengan iluminasi biru dan finishing glossy pada pinggir lubang AC.

Pada Avanza Veloz, model Avanza tipe tertinggi ini sudah dilengkapi dengan audio control pada bagian setir. Sebaliknya, meskipun belum dilengkapi dengan audio control pada setir, Honda Mobilio Prestige yang merupakan tipe tertinggi, sudah dilengkapi head unit touch screen lengkap dengan kamera mundur.

Soal akomodasi, kedua mobil ini 11-12 sebenarnya. Baik Toyota Avanza dan Honda Mobilio sama-sama lega dan tinggi, kursi baris tengah juga sama-sama memiliki kepraktisan yang sama karena bisa digeser seperti kursi depan. Hanya saja Honda Mobilio masih terlihat sedikit murahan karena melakukan sharing platform dengan Honda Brio pada jok depan yang tidak bisa di atur ketinggian head rest-nya. Sedangkan pada Toyota Avanza meskipun kursi depannya kurang nyaman diduduki, ketinggian headrest bisa diatur dengan mudah.

Performa Mesin
Membandingkan mesin Honda Mobilio dan Toyota Avanza diatas kertas tentunya jauh lebih unggul mesin Honda Mobilio yang dibekali dengan mesin bertenaga 118 Ps penggerak roda depan. Sedangkan Toyota Avanza dibekali dengan dua pilihan mesin 1.300 cc dan 1.500 cc dengan penggerak roda belakang yang memiliki tenaga 109 ps dan 92 Ps. Jadi sangat mudah untuk menyimpulkan mesin Honda Mobilio jauh lebih bertenaga.
Eits, jangan senang dulu. Kedua mobil ini sebenarnya ada di dua alam yang berbeda karena memiliki penggerak roda yang berbeda pula. Toyota Avanza lebih unggul pada jalan menanjak karena memiliki penggerak roda belakang. Sedangkan Honda Mobilio memiliki penggerak roda depan yang membuatnya lebih hemat bahan bakar dan lebih bertenaga di trek lurus. Jadi kembali ke pilihan masing-masing, mau yang bertenaga di perkotaan atau bertenaga di pegunungan? Tapi meskipun Honda Mobilio dengan penggerak roda depannya memerlukan lebih banyak tenaga dibandingkan dengan penggerak roda belakang, bukan berarti mobil ini tidak kuat nanjak loh.

Ride and Handling
Bicara ride and handling, tentunya Honda Mobilio jauh lebih unggul kemana-mana dibandingkan dengan Toyota Avanza. Toyota Avanza dari dulu sudah terkenal memiliki suspensi yang tidak nyaman dan terlalu memantul sehingga sangat tidak enak dikendarai. Sebaliknya, Honda Mobilio mungkin bisa dibilang raja untuk soal ride and handling di kelasnya. Honda meracik suspensi yang cukup nyaman untuk Honda Brio meskipun masih terasa sedikit kaku, memang masih kalah nyaman dibandingkan dengan Ertiga, namun jauh lebih nyaman dibandingkan dengan Avanza. Yang menarik, Honda Mobilio memiliki handling paling mantap dan body roll yang sangat minim untuk ukuran mobil sekelasnya.



Fitur
Baik Honda Mobilio dan Toyota Avanza sebenarnya masih 11-12 untuk hal ini. Keduanya sudah dilengkapi dengan dual SRS Airbag, audio dengan USB dan AUX juga power window, electric mirror dan AC double blower. Bahkan untuk Honda Mobilio tipe E CVT, rem nya sudah dilengkapi dengan ABS.

Kesimpulan
Honda Mobilio dan Toyota Avanza memiliki kelebihan masing-masing, namun Honda Mobilio mampu menawarkan sesuatu yang lebih mulai dari performa, kenyamanan, ride and handling yang jauh dibandingkan dengan Toyota Avanza. Namun untuk anda yang lebih cenderung ke unsure value for money dan durabilitas karena digunakan untuk kerja keras, tentunya Avanza adalah pilihan yang tidak perlu diragukan lagi karena ketangguhan mesinnya, kemudahan merawat dan murahnya harga spare parts Toyota Avanza. Namun jika ingin digunakan sebagai mobil keluarga yang nyaman, sepertinya Honda Mobilio lebih menggiurkan.

Sumber: http://autonetmagz.com

X-Lander Bakal Jadi Penerus Suzuki Jimny?

Tokyo Motor Show 2013 yang sudah berlangsung sejak 20 November kemarin jadi tempatnya para automaker memamerkan mobil-mobil terbaru mereka. Tak ketinggalan dengan produsen mobil lainnya, Suzuki juga turut serta dalam pagelaran otomotif yang paling bergengsi di negeri sakura tersebut.

Dalam ajang yang digelar di Tokyo ini, Suzuki memperkenalkan beberapa mobil konsep yang kabarnya bakal segera diproduksi. Salah satu mobil konsep baru yang paling mencuri perhatian adalah kehadiran Suzuki X-Lander yang santer dibilang sebagai penerus Suzuki Jimny.

Suzuki X-Lander front view 
Suzuki X-Lander front view

Suzuki X-Lander front quarter 
Suzuki X-Lander front quarter
Bukan tanpa alasan, X-Lander memang dibuat dengan menggunakan platform milik Suzuki Jimny namun dengan dapur pacu yang berbeda. Mobil konsep yang unik ini mengadaptasi paduan mesin bensin 1242 cc berkapasitas 1.3 liter dengan sistem hybrid hybrid. Sayangnya, output dari jantung pacu tersebut masih belum dipublikasikan oleh Suzuki.

Suzuki X-Lander side view 
Suzuki X-Lander side view

Suzuki X-Lander rear view 
Suzuki X-Lander rear view
Dengan menggunakan transmisi baru 'automatically controlled transmission' dan sistem penggerak 4WD, Suzuki mengklaim bahwa X-Lander bisa dijadikan tunggangan yang enak kala ingin meninggalkan kehidupan kota dan beranjak ke alam liar.

Suzuki X-Lander rear quarter 
Suzuki X-Lander rear quarter

Detail dan informasi lebih lanjut dari X-Lander ini sendiri memang belum banyak yang dikonfirmasi oleh pihak Suzuki. Termasuk kebenaran perihal ia menjadi penerus Suzuki Jimny di masa depan atau bakal menjadi model baru yang berdiri sendiri.
(kpl/sno)Sumber: Otosia.com